
Tim Observatorium Assalaam kembali diminta untuk mengukur kiblat masjid baru, kali ini di komplek SMP TQS Tepus pada Sabtu-Ahad (26-27/11).
SMP Tahfidzul Qur’an dan Sains (TQS) Assalaam Tepus, Gunungkidul terus melakukan pengembangan baik dari segi pelayanan dan juga fasilitas. Salah satu proyek terbaru adalah pembangunan masjid yang salah satunya merupakan bantuan dari Syekh Musfir Saudi. Di tanah seluas 8 km persegi tersebut akan dibangun masjid, rumah imam, sepuluh toilet, tiga ruko, dan sumur besar.
Observatorium Assalaam yang diberi tugas oleh Direktur PPMI Assalaam dan amanah dari YMPIS, mengirimkan tiga personel dan semua alat ukur ke Tepus. Ustadz Purnomo, ustadz Faizal selaku pilot Drone, serta ustadz AR Sugeng Riadi selaku kepala Pusat Astronomi Assalaam meluncur dengan misi utama melakukan pengukuran dan penentuan arah kiblat bakal calon Masjid. Lokasi pembangunan berada di koordinat -08° 8′ 55.80″, 110° 37′ 01.00″, di seberang komplek SMP TQS Assalaam.
Berangkat sekira pukul 10 WIB dari kampus 1 Assalaam, tim tiba di lokasi pukul 14.45 WIB. Lokasi masih berupa lahan yang baru diratakan dengan alat berat. Persiapan alat ukur dilakukan. Namun keadaan langit siang itu agak berawan dan ditunggu hingga sore justru semakin mendung. Selepas Ashar, diputuskan untuk dilakukan pengukuran ulang keesokan paginya.
Setelah hujan semalaman, alhamdulillah Ahad sekitar pukul 7 pagi langit tampak cerah. Tim mengambil alat yang disimpan di dalam Pajero untuk melakukan pengukuran ulang. Para santri dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai proses pembelajaran rutin bulanan.




Sekitar pukul 08.30 WIB, arah kiblat calon masjid Abdullah Al-Awwal berhasil di dapat dengan beberapa metode. Azimuth kiblat 294,74° didapat dari kompas gadget, qibla tracker, dan theodolite. Roshdul Qiblah tidak dilakukan karena pada waktu azimuth Matahari menuju azimuth kiblat, langit tertutup awan tebal dan cahaya Matahari terhalang.
Semoga proses pembangunan Masjid bisa selesai sesuai target di bulan Mei tahun depan dan berjalan lancar.
“Bersama CASA, Mengintip Gerbang Semesta”
“Bringing Astronomy to the Santri”
